Home
About Us
How To Paid
Register
Payment Confirmation
Contact Us
 Cart ( 0 items )
Gerai Rosmala
 

ONLINE SUPPORT

LOGIN

JNE TRACKING
 

SPECIAL OFFER

Rp. 199.000
Rp. 159.000

TOP VIEW
1. Rp. 320.000
2. Rp. 475.000
Rp. 332.500
3. Rp. 475.000
Rp. 332.500
4. Rp. 150.000
Rp. 135.000
5. Rp. 375.000
Rp. 300.000
6. Rp. 28.500
7. Rp. 475.000
8. Rp. 175.000
Rp. 140.000
9. Rp. 199.000
10. Rp. 475.000

NEWS

FANPAGE

TESTIMONY
Hubby
23 Februari 2017
Sukses dear....semangatttt n suksesss


Admin
17 Maret 2010
Dear Muslimah,

Gerai Rosmala provides all your need,end get all your so simple.

Just visit us online!




NEWS
31 Oktober 2017

Mendidik Anak Usia Dini

 

Assalamualaikum wr. wb.

Bismillah.

Sebagai orang tua tentunya akan sangat bahagia jika anaknya tumbuh dengan sehat dan baik, lahir dan batin mereka. Saat ini ada beberapa banyak orang tua yang membanggakan anak-anaknya bisa sukses mencapai mimpi mereka. Semisal ketika Bunda mulai mendidik anak usia dini, mereka sudah diberikan les menari, les berenang, les vocal, les science dan lain-lain. Bahkan tidak sedikit anak batita pun terbiasa menggunakan gadget dengan alasan supaya anak tidak ketinggalan jaman. Yup, itu memang benar ada nya, memberikan kegiatan les dan gadget pada anak membuat anak bisa mengembangkan IQ (Intellegence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) mereka. Akan tetapi, selain kita menginginkan anak kita berkembang secara IQ dan EQ, perkembangan SQ (Spiritual Quotient) adalah hal yang paling terpenting. Karena sebenarnya SQ adalah stimulasi pusat untuk kita dapat menyeimbangkan perkembangan IQ dan EQ. Stimulasi SQ harus dibiasakan oleh orang tua ketika anak masih dalam rahim, anak usia dini dan sampai usia remaja.  

Perkembangan potensi kepribadian dan kecerdasan pada anak dapat terlihat saat mereka usia dini. Lalu bagaimana penerapan SQ dalam mendidik anak usia dini? Mari kita simak tips berikut ini :

1.      Menanamkan ketauhidan dan aqidah pada anak

Orang tua harus bisa menanamkan ketauhidan dan aqidah pada anak usia dini, ini adalah salah satu bekal paling penting bagi kehidupan dunia bahkan akhirat. Bunda bisa mencontohkan beberapa kalimat Alloh atau dzikir ketika waktu tertentu atau mengajarkan menyebutkan nama Alloh, misal ketika anak sedang aktif bergerak sehingga mainan nya berantakan, Bunda bisa mengucapkan “astagfirullohal’adziim” sambil tersenyum atau Bunda bisa bercerita kalau sebuah daun ini diciptakan oleh Alloh.

Q.S. Luqman : 13

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Alloh, sesungguhnya menyekutukan Alloh adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

2.      Mengenalkan ketaqwaan kepada Alloh

Taqwa, adalah perbuatan yang jika dilakukan akan mendapat pahala, sebaliknya jika ditinggalkan akan mendapat dosa. Nah, orang tua juga bisa mengenalkan beberapa perbuatan yang dinilai sebagai ketaqwaan, seperti contoh mengajarkan pada anak mengenai hafalan rukun islam, baca iqro/ huruf hijaiyah, surat-surat al-qur’an yang pendek, doa sehari-hari, dan lain sebagainya.

Q.S. Al-Furqon : 74

“Dan orang-orang yang berkata, “Yaa Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa”.

3.      Belajar mencintai alam dan menumbuhkan jiwa sosial

Kita hidup tidak sendiri, melainkan selalu hidup dengan alam sekitar dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Di sini orang tua dapat memberi pelajaran mengenai mencintai alam dan menyayangi sesama saudara serta bersosialisasi dengan teman lainnya. Seperti contoh, orang tua membawa anaknya bermain ke hutan kota atau pegunungan atau pantai. Pola ini bisa jadi sekaligus kita menanamkan ketauhidan kita pada Alloh, siapakah yang menciptakan alam raya ini? Anak Bunda pun dapat diajarkan bagaimana menyayangi orang tua, saudara dan teman-teman lainnya, misalkan di lingkungan rumah, anak diajarkan membantu membereskan mainan nya bersama anda, berbagi mainan dan makanan dengan saudara dan teman lainnya.

·         Rasulullah SAW bersabda, “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anak nya selain pendidikan yang baik”. (HR. Al Hakim : 7679)

·         Rasulullah SAW bersabda, “Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah pendidikan mereka”. (HR. Ibnu Majah)

Anak-anak akan senantiasa melihat perilaku orang tua nya dibandingkan perkataan orang tuanya, hanya butuh contoh. Karena jika anda terus berkata-kata pada anak itu bisa jadi anak  merasa tidak nyaman dengan Bunda, untuk itu berikanlah contoh dan contoh. Sekian catatan dari saya mengenai cara mendidik anak usia dini, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekurangan.

Wassalamualaikum wr. wb.

 

www.gerairosmala.com